Hikmah dari Kejujuran

Sebut saja Fauzan, namanya. Ini adalah nama samaran. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, karena   kisah ini adalah kisah nyata teman saya. Mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi motivasi untuk kita semua.

Fauzan lahir di Jawa Tengah. Dia berasal dari keluarga yang sederhana. Fauzan adalah anak pertama dari  5 besaudara. Ayah dan ibunya adalah seorang petani. Dari kecil Fauzan dididik oleh kedua orang tuanya untuk berbuat jujur kepada siapapun. Orang tuanya menyekolahkannya ke sekolah yang lebih banyak mmengajarkan Agama. Sepulang sekolah Fauzan belajar mengaji dan mendengarkan tausiah dari ustadz.

Waktu berjalan begitu cepat akhirnya Fauzan menyelesaikan sampai sekolah sampai SMA. Fauzan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena faktor biaya. Fauzan mencoba untuk mencari pekerjaan, dia juga adalah tulang punggung keluarga. Dia harus bekerja keras membantu kedua orang tuanya untuk menyekolahkan adik-adiknya dan membantu memberi nafkah keluarganya.

Setelah beberapa tahun, akhirnya Fauzan menemukan jodohnya dan menikah. Dia dikaruniai 2 orang anak. Karena kejujurannya dia dipercaya untuk memegang usaha dealer kendaraan, tapi semua tidak berjalan dengan mulus. Banyak tantangan yang harus dia hadapi. Kejujurannya  dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengambil keuntungan darinya. Sampai akhirnya ratusan juta uangnya raib di bawa kabur orang tanpa bukti yang jelas.

Sebagai manusia Fauzan menjadi galau, hampir stress karena dia sering didatangi penagih untuk menagih hutangnya yang sudah jatuh tempo. Belum lagi hutang ke pada Bank, semua adalah tanggung jawabnya. Dia bingung dengan apa dia harus membayarnya. Rumah dan harta dia tidak punya, untuk sementara dia kabur bersama keluarganya untuk menghindarinya. Walaupun hidupnya serba kekurangan, tapi dia tidak pernah mengeluh. Bahkan ditengah kesulitannya dia masih taat beribadah. Dia rajin mengerjakan sholat wajib dan sholat berjamaah, juga mengerjakan sholat sunnah, seperti Sholat Tahajut, Dhuha dan sedekah.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dia menjual perlengkapan sholat dan buku tentang ibadah di sekitar masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Semua masalah yang dihadapinya, dia serahkan kepada Allah SWT. Dia percaya hanya Allah yang bisa membantunya. Fauzan kaget setelah mengetahui semua hutangnya, sudah dilunasi oleh seorang pelanggan yang suka membeli buku. Fauzan memiliki pengetahuan agama yang luas. Dia sering mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Sehingga orang tersebut juga menawarinya untuk menjadi pendakwah di sebuah yayasan terkenal yang dia kelola. Sekarang dia menjadi seorang pendakwah dan juga Pebisnis.

Salam Hangat,
Penulis (Iwan)


Recommended Posts :